© GJ INFORMATIONS. Powered by Blogger.

Gerbang Logika (Logic Gate)

Sunday, July 21, 2013



Gerbang Logika adalah rangkaian dengan satu atau lebih dari satu sinyal masukan tetapi hanya menghasilkan satu sinyal berupa tegangan tinggi atau tegangan rendah. Dikarenakan analisis gerbang logika dilakukan dengan Aljabar Boolean maka gerbang logika sering juga disebut Rangkaian logika.

Rangkaian logika sering kita temukan dalam sirkuit digital yang diimplemetasikan secara elekrtonik dengan menggunakan dioda atau transistor.


Ada 7 gerbang logika yang kita ketahui yang dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :


1. Gerbang logika Inventer

Inverter (pembalik) merupakan gerbang logika dengan satu sinyal masukan dan satu sinyal keluaran dimana sinyal keluaran selalu berlawanan dengan keadaan sinyal masukan. Yang termasuk gerbang logika Inverter yaitu :

-Gerbang NOT

Inverter disebut juga gerbang NOT atau gerbang komplemen (lawan) disebabkan keluaran sinyalnya tidak sama dengan sinyal masukan.

A. Gambar gerbang NOT

clip_image002

B. Tabel Kebenaran NOT
Input (A)
Output (Y)
Rendah
Tinggi
0
1
Tinggi
Rendah
1
0







C. Fungsi gerbang (Persamaan Boolean) NOT
Y = NOT A  clip_image002[4] atau clip_image004 . 
Misal : A = 1, maka clip_image006= 0 atau Y = NOT 1 = 0
A = 0, maka clip_image008= 1 atau Y = NOT 0 = 1

2. Gerbang logika non-Inverter

Berbeda dengan gerbang logika Inverter yang sinyal masukannya hanya satu untuk gerbang logika non-Inverter sinyal masukannya ada dua atau lebih sehingga hasil (output) sinyal keluaran sangat tergantung oleh sinyal masukannya dan gerbang logika yang dilaluinya. Gerbang logika non-Inverter antara lain :

-Gerbang AND

Gerbang AND mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran. Gerbang AND mempunyai sifat bila sinyal keluaran ingin tinggi (1) maka semua sinyal masukan harus dalam keadaan tinggi (1).

A. Gambar gerbang AND

clip_image002[12]
Gerbang AND dengan 2 Inputan

clip_image004[6]
Gerbang AND dengan 3 Inputan

B. Tabel Kebenaran AND


Input (A)
Input (B)
Output (Y)
0
0
0
0
1
0
1
0
0
1
1
1
Dengan 2 Inputan


Input
(A)
Input
(B)
Input
(C)
Output
(Y)
0
0
0
0
0
0
1
0
0
1
0
0
0
1
1
0
1
0
0
0
1
0
1
0
1
1
0
0
1
1
1
1
Dengan 3 Inputan


-untuk mempermudah mengetahui jumlah kombinasi sinyal yang harus dihitung berdasarkan inputanya, gunakan rumus ini :
 2^n , dimana adalah jumlah input. Contoh : n = 2 maka 2^2 = 4, jadi jumlah kombinasi sinyal yang harus dihitung sebanyak kali.

C. Fungsi gerbang (Persamaan Boolean) AND 


Y = A AND B  clip_image002[10] atau Y = A . B clip_image004[4] atau Y= AB clip_image006[4] 
Misal : A = 1 , B = 0 maka Y = 1 . 0 = 0
A = 1 , B = 1 maka Y = 1 . 1 = 1

-Gerbang OR


Gerbang OR mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran. Gerbang OR mempunyai sifat bila salah satu dari sinyal masukan tinggi (1), maka sinyal keluaran akan menjadi tinggi (1) juga.

A. Gambar gerbang OR

clip_image002[17]
Gerbang OR dengan 2 Inputan
clip_image004[11]
Gerbang OR dengan 3 Inputan

Gerbang NAND juga disebut juga Universal Gate karena kombinasi dari rangkaian gerbang. NAND dapat digunakan untuk memenuhi semua fungsi dasar gerbang logika yang lain. 
clip_image002[22] 



B. Tabel Kebenaran OR


Input (A)
Input (B)
Output (Y)
0
0
0
0
1
1
1
0
1
1
1
1

Dengan 2 Inputan

Input
(A)
Input
(B)
Input
(C)
Output
(Y)
0
0
0
0
0
0
1
1
0
1
0
1
0
1
1
1
1
0
0
1
1
0
1
1
1
1
0
1
1
1
1
1
Dengan 3 Inputan

C. Fungsi gerbang (Persamaan Boolean) OR

Y = A OR B clip_image002[15] atau Y = A + B clip_image004[9]
Misal : A = 1 , B = 1 maka Y = 1 + 1 = 1
A = 1 , B = 0 maka Y = 1 + 0 = 0

-Gerbang NAND (Not-AND)

Gerbang NAND mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran. Gerbang NAND mempunyai sifat bila sinyal keluaran ingin rendah (0) maka semua sinyal masukan harus dalam keadaan tinggi (1).

A. Gambar gerbang NAND

clip_image010
Gerbang NAND dalam arti logikanya


clip_image012
Gerbang NAND standard dengan 2 Inputan

clip_image014
Gerbang NAND dengan 3 Inputan

B. Tabel Kebenaran NAND

Input (A)
Input (B)
Output (Y)
0
0
1
0
1
1
1
0
1
1
1
0

 Dengan 2 Inputan

Input
(A)
Input
(B)
Input
(C)
Output
(Y)
0
0
0
1
0
0
1
1
0
1
0
1
0
1
1
1
1
0
0
1
1
0
1
1
1
1
0
1
1
1
1
0
Dengan 3 Inputan


C. Fungsi gerbang (Persamaan Boolean) NAND

clip_image002[20] atau clip_image004[14] atau clip_image006[6] 
Misal : A = 1 , B = 1 maka clip_image006[7] = 1 . 1 = clip_image008[4] = 0


-Gerbang NOR (Not-OR)

Gerbang NOR mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran. Gerbang NOR mempunyai sifat bila sinyal keluaran ingin tinggi (1) maka semua sinyal masukan harus dalam keadaan rendah (0). Jadi gerbang NOR hanya mengenal sinyal masukan yang semua bitnya bernilai nol.

A. Gambar gerbang NOR

clip_image012[7]
Gerbang NOR dalam arti logikanya

clip_image014[7]
Gerbang NOR standard dengan 2 Inputan
clip_image016
Gerbang NAND dengan 3 Inputan


B. Tabel Kebenaran NOR


Input
(A)
Input
(B)
Output
(Y)
0
0
1
0
1
0
1
0
0
1
1
0

 Dengan 2 Inputan

Input
(A)
Input
(B)
Input
(C)
Output
(Y)
0
0
0
1
0
0
1
0
0
1
0
0
0
1
1
0
1
0
0
0
1
0
1
0
1
1
0
0
1
1
1
0
 Dengan 3 Inputan

C. Fungsi gerbang (Persamaan Boolean) NOR

clip_image004[16] atau clip_image006[10] atau clip_image008[6]
Misal : A = 1 , B = 1 maka clip_image008[7] = 1 + 1 = clip_image010[7] = 0
-Gerbang XOR (Antivalen, Exclusive-OR)

Gerbang XOR disebut juga gerbang EXCLUSIVE OR dikarenakan hanya mengenali sinyal yang memiliki bit 1 (tinggi) dalam jumlah ganjil untuk menghasilkan sinyal keluaran bernilai tinggi (1).

A. Gambar gerbang XOR 


clip_image022

Gerbang XOR standard dengan 2 Inputan

B. Tabel Kebenaran XOR

Input
(A)
Input
(B)
Output
(Y)
0
0
0
0
1
1
1
0
1
1
1
0
Dengan 2 Inputan 

C. Fungsi gerbang (Persamaan Boolean) XOR

clip_image018     atau clip_image020 


-Gerbang XNOR (Ekuivalen, Not-Exclusive-OR)

Gerbang XNOR disebut juga gerbang Not-EXCLUSIVE-OR. Gerbang XNOR mempunyai sifat bila sinyal keluaran ingin benilai tinggi (1) maka sinyal masukannya harus benilai genap (kedua nilai masukan harus rendah keduanya atau tinggi keduanya). 

A. Gambar gerbang XNOR

clip_image002[4] 
Gerbang XNOR standard dengan 2 Inputan

B. Tabel Kebenaran XNOR

Input
(A)
Input
(B)
Output
(Y)
0
0
1
0
1
0
1
0
0
1
1
1
Dengan 2 Inputan 

C. Fungsi gerbang (Persamaan Boolean) XNOR

clip_image024      atau clip_image026  atau clip_image028 


No comments:

Post a Comment

 

Cari Artikel

Translate

My Twitter

Sumbangan Sukarela

Anda Pengunjung Ke:

free counters

Pesan & Kesan


GJ Lovers